Tampilkan postingan dengan label hobby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobby. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

The Week of Buying Dangerously

Okay... minggu ini adalah minggu kalap. Kalap belanja buku ga pake kira-kira, apalagi kebetulan dapat penghasilan tambahan di minggu yang sama (alhamdulillah...)

Awalnya liat thread di goodreads ada pesta buku gramedia (lagi?) di Gramedia Matraman, dari 3 Juni s.d. 15 Juli 2012. Ya sudah pasti kusambangin tanggal 16 Juni kemaren, dan dapat buku segini:

Kecuali Arsitektur Masjid, rata-rata  5 ribuan dan 10 ribuan soalnya.

Besoknya, tanggal 17 Juni ikutan kopdar goodreads indonesia yang ke-5 di Kebun Raya Bogor. Sebagian belanjaan di Matraman dibawa untuk bekal bookwar dan bookswap (setelah dibaca dulu tentunya). Eh, ternyata di penghujung acara bukan bookswap lagi, tapi jadi ajang bagi-bagi buku gratis (untuk meringankan beban panitia, mungkin?) dan dapat tambahan buku lagi segini:

Hm... entah kapan bacanya...

Pulang dari KRB, numpang mobil Bang Aldo buat balik ke Jakarta, eh malah dapat informasi baru, Periplus dan Kinokuniya lagi obral di FX. Duh... biar badan dan kaki capek dan lemas habis putar-putar nyasar di KRB, dijabanin deh terus meluncur ke FX setelah naro buku-buku hasil jarahan kopdar di kostan. Cukup satu jam nongkrong di Periplus, ketambahan buku segini :

Uhh... ini juga kapan dibacanya!!!
Seperti biasa, hari Rabu tanggal 20 Juni tentunya aku belanja komik mingguan di Gramedia Plaza Semanggi. Kalau komik doang mah sedikit, tapi karena ada program beli 3 gratis 1, dan kebetulan ngincer buku gratisan yang judulnya rahasia, jadi deh ketibanan 4 buku nonkomik lagi...

Minimal yang komik langsung dibaca habis...
Dan datanglah tanggal 23 Juni, tanggal pembukaan Pesta Buku Jakarta 2012. Kalau waras, seharusnya aku menghindari PBJ kayak menghindari penyakit menular. Tapiiiiii.... tetap jalan ke sana jam 10 pagi. Baru pulang jam dua, dengan menjinjing buku segini:

Ga, ga, ga kuat.... ga,ga, ga kuat... makanya pergi jalan kaki pulangnya naik taksi
Aku selalu terjatuh dalam salah satu dari tujuh dosa besar: GLUTTONY. Rakusnya kabina-bina...

Dan selanjutnya disusul dengan dosa besar yang lain: PRIDE... kenapa? Meski berlagak ngeluh nggak punya waktu buat bacanya, tetap aja nyombong bisa dapat banyak buku dengan harga banting (kecuali yang belanja mingguan) dan memostingkannya di blog ini. Heuheu...

Semoga Tuhan mengampuni.... o_O

NB. Sore ini belanja mingguan ke gramedia lagi, dan... apakah sabtu besok juga nengok PBJ lagi...?
Ndah... nyebut, Ndah... Nyebut...

Selasa, 27 Maret 2012

The Raid Ruins My Days


Ini bukan ripyu, cuma curcol.

Meski hobi sampinganku nonton film, aku tidak mengikuti perkembangan film-film nasional (snob banget nggak sih!). Alasannya sih klise, nggak doyan tema sebagian besar film Indonesia yang lagi-lagi horror/roman/komedi ga jelas yang sering nyerempet-nyerempet bupati (eh, akronim ini masih gaul nggak ya?). So, waktu film The Raid mulai ramai dibicarakan, ya santai-santai aja lagi. Untuk nonton bioskop, tahun ini cuma The Avengers dan The Dark Night Rises yang kutunggu. Sisanya, nanti saja nunggu DVD (bajakan) nya.

Tapi waktu poster The Raid terpampang di jadwal Blitz Megaplex, mulai deh penasaran. Lalu cari-cari info di internet. Lihat trailernya. Baca ripyunya. Dan... aaargh! Jiwa sadis masokisku terpikat! Akibatnya, jadwal baca bukuku terganggu oleh pencarian informasi yang semakin menjadi. Membaca novel Rumah Arwah-nya Isabel Allende jadi tersendat, karena waktu habis untuk memutar trailer dan membaca ripyu-ripyu tentang film yang satu ini. Sialnya, pemutaran pertama tanggal 23 Maret 2012, padahal aku sudah punya tiket mudik ke Cirebon. Huh.

Jadi mudiklah aku dengan rasa penasaran yang tak terpuaskan. Fatal akibatnya. Biasanya long weekend bisa digunakan untuk baca belasan buku, tapi kenyataannya cuma bisa beberapa buku saja. Sisanya? Browsing The Raid lagi. Berhentinya cuma pas pemadaman listrik oleh PLN.

Akhirnya, daripada menonton sesuai rencana, hari Senin setelah masuk kerja lagi, kuputuskan untuk menonton film ini begitu balik ke Jakarta pada hari Minggunya. Dari Gambir aku cuma mampir sebentar ke rumah kos untuk naro barang, lantas cabut langsung ke Plaza Senayan...

Kesan-kesan setelah nonton The Raid di XXI Plaza Senayan :
1. Puas, karena adegan actionnya sesuai ekspektasi dan puja-puji para reviewer dan fanboy genre ini. Meski ceritanya STD, koreografi berantemnya keren. Akting para villain-nya juga kocak (loh?). Tapi...
2. Kurang kaget, salah sendiri kebanyakan nonton trailer/klip dan baca ripyunya. Dan rasanya kok...
3. Kurang sadis, jangan-jangan ada yang salah denganku?o.O
4. Kurang asyik nontonnya, karena beragamnya selera penonton. Tidak semua yang nonton film ini penggemar action rupanya. Bisa jadi selain terkaget-kaget dengan tingkat kekerasannya, juga kaget dengan level kesadisan penonton lain. Berbeda dengan di festival-festival yang diikuti The Raid, yang konon penonton sampai standing ovation segala. pas nonton ini, cuma sebagian yang ngasih applaus saat duel final berakhir, jadi rasanya hambar dan nggak kompak ;). Itu pun dikomentarin bapak-bapak yang duduk di belakangku: "Yang aneh penontonnya". Tapi apapun itu...
5. Masih penasaran. Lho, katanya kurang kaget, sadis, dan asyik? Yah... ini penyakit bawaan. Kalau ada film yang bikin puas nonton di bioskop, jadi nagih (ingat kasus Iron Man, heuheu). Dan siapa tahu lebih asyik, kalo pas para penontonnya satu selera...

Catatan tambahan : meski ratingnya Dewasa, masih ada saja orang tua yang mengajak anak balita-nya untuk menonton film ini, bahkan ada yang membawa kereta bayi segala. Buset deh, petugas yang nyobek tiketnya juga nggak peduli, yang penting sudah bayar tiket! Ini kalo anaknya tidak trauma atau mendadak pengin eskul silat, bisa-bisa nanti tumbuh jadi psycho (sepertiku?).

Senin, 11 Januari 2010

Captain John Hart


If you're a hardcore Spike's fan, you'll be searching anything about him in the net. I found dozens of Spike's fanfics and read them all (er... I'm exaggerating, huh?). I read and like all Spike-comics, especially Old Times (hail to Peter David for the story and Fernando Goni for the realistic art). Eventually, I searched as many as possible articles about the man behind the character, James Marsters. Because no one can play the character as charismatic and masterfully as Marsters. Not a British, but can speak in  Cockney and Victorian accents so perfectly that so many people didn't aware he's an American? Thanks to his ten years experience on theatre.

Anyway, I watched Dragonball Evolution and didn't know or care who played as Piccolo, because right then I haven't watched all Buffy Seasons and be crazy about Spike yet. And then last night I found an outrageous vid at YouTube and watched a clip from an episode from Torchwood. My mouth gaped. James Marsters kisses and fights another beautiful male! Uh-oh... so hot!!! *shonen-ai alert*

His character, Capt John Hart, is an evil, opportunistic, manipulating (but cute and funny, though) villain (which reminds me of Spike in earlier episodes of Buffy Season 2). He is a former partner (in every way) of the main character in the series, Capt Jack Harkness. He's an omnisexual (OMG, he thinks a poodle's hot!), has been in multiple rehab (drink, drug, sex, and... murder!), but he's got style... look at his costume! As a former Time Agent from the 51st century, he can wear anything he likes from any era. Jacket from Napoleonic Wars, boots from Italy circa 1640, gun holsters from American western, and snakeskin sword from Korea. So cool! As cool as Spike's duster and boots!

Marsters looks younger than his age on screen. He's born on August 20, 1962, for God's sake! In Buffy-Angel TV Series (1998-2004), he played as a vampire who turned at 28 years old (he's 36-42 years old then!). In Torchwood Season 2 (filmed 2007, aired 2008), he looks older than Spike, but really, he doesn't look 45 years old! Lucky him to have boyish charms and looks!

The point is, Capt John Hart is a cool guy, but nevertheless, Spike is much, much cooler. What can I say? I'm still in Spike frenzy mode right now.

Jumat, 11 Desember 2009

Male Hero Types


Masih berkaitan dengan post Rerun Frenzy, di mana aku mengaku dosa lagi BtVS Frenzy, jadi ingin ngebahas 2 tipe cowok favorit di novel atau tv yang sejenis dengan Angel dan Spike.



Si Misterius Pendiam dan Pemurung... yeah right, biarpun saat ini aku lebih suka Spike daripada Angel,  bukan berarti aku nggak suka tipe kayak gini. Cowok model begini biasanya punya masa lalu superkelam, dan tampang murung mereka menunjukkan bahwa mereka menanggung penderitaan batin yang nyaris tak tertahankan. Tipe kayak gini rata-rata di setiap cerita hubungan cintanya nggak langgeng karena mereka "meninggalkan kekasih demi kebaikannya". Duh... kayaknya mereka takut kehilangan penderitaan batin yang udah jadi makanan sehari-hari... atau cewek cuma menambah penderitaan yang udah banyak itu, barangkali? Contoh kasus: Angel, Bruce Wayne, Suling Emas.
Pernah juga sih aku nulis cerita dengan tokoh utama model begini, seperti di Rantai Takdir dan Teen Wolf. Ehm, mereka kumatikan di ending novel. Kayaknya mereka memang bakal kehilangan karakter dan nggak menarik lagi kalau dibikin happy ending.
Si Badboy Romantis dan Baik Hati... begitulah penilaianku tentang karakter Spike. Beda dengan Angel, dengan jiwa atau tanpa jiwa  Spike tetap mampu mencinta, bahkan nyerempet stalker dan pervert saking obsesifnya. Bagusnya dia pantang menyerah dan tahan banting (harfiah banget). Biar kata orangnya temperamental dan nggak sabaran, tapi untuk hal-hal tertentu termasuk cinta termasuk golongan orang-orang yang sabar... Tokoh cowok model begini bukannya nggak punya masa lalu kelam juga kayak tokoh di atas, tapi mereka bisa menutupinya dengan gaya badboy dan easygoing. Tipe kayak gini umumnya playboy, karena ganteng dan romantisnya itu, tapi tentu saja biasanya diganjar hukuman jatuh cinta setengah mati pada satu cewek yang sulit didapatkan. Contoh kasus: Spike, Tony Stark, Hay Hay. Kalau nulis cerita kebanyakan tokoh utama cowokku model gini sih... lebih seru aja, soalnya mereka lebih proaktif ngejar ceweknya, tidak seperti cowok pasif di atas yang sudah bikin cewek capek ngejar-ngejar akhirnya tetap meninggalkan mereka juga... XD


Rabu, 09 Desember 2009

Rerun Frenzy

Pernah tergila-gila sama film tertentu sampai nonton berulang-ulang? Itu mah biasa. Aku pernah nonton Ironman sampai 7 (baca: tujuh) kali di bioskop. Kalau nonton di video, film-film favorit kayak Gladiator, Die Hard series, Back to The Future series, Indiana Jones series, Spiderman series... ehm, jadi kebablasan... sudah nggak ingat lagi berapa kali nonton saking seringnya. 

Lantas, gimana dong kalau tergila-gila sama serial teve tertentu sampai nonton berulang-ulang? Itu dia masalahnya!

Serial teve populer umumnya terdiri dari beberapa season, di mana tiap season bisa terdiri dari 12 sampai 24 episode, dan jam tayang tiap episodenya berkisar antara 40 sampai 60 menit. Jadi untuk nonton 1 season aja butuh waktu antara 20 sampai 60 jam! Bandingkan dengan film terpanjang yang pernah kutonton, Seven Samurai, paling juga 4,5 jam!

Serial TV yang sudah kutonton lebih dari sekali antara lain: FRIENDS, House M.D., Dexter, Buffy the Vampire Slayer (BtVS) 

Dan sekarang aku lagi demam serial yang terakhir, yang terdiri dari 7 Season. Kalau dihitung-hitung sejak beli DVD-nya awal November kemarin, kayaknya sudah 4-5 kali nonton ulang deh!

Apa sih yang bikin aku ngabisin waktu buat nonton serial TV vintage ini? 
Nggak jelas alasannya. Mungkin karena sudah lama banget nungguin DVD-nya keluar? Mungkin karena dulu cuma sempat nonton 3 Season awal di stasiun TV lokal? Mungkin pelampiasan karena sebel banget sama Twilight Series? Atau... kayaknya ini nih alasan yang paling masuk akal: aku lagi tergila-gila sama tokoh Spike alias William the Bloody.

Waktu nonton serial ini di TV, Spike masih villain dan aku masih suka sama Angel yang misterius dan pendiam. Setelah Angel pindah ke L.A., sedikit-sedikit Spike mengambil alih peran Angel termasuk akhirnya jadi love interest Buffy. Tapi terus terang aku lebih simpati sama Spike, yang butuh perjuangan untuk mendapatkan sedikit perhatian Buffy. Kayaknya ada lagu dangdut untuk menggambarkannya deh: "Jatuh bangun aku mengejarmu..."

But... gara-gara Spike aku jadi belum bisa move on ke  serial teve lain atau film lain yang udah ngantri buat ditonton nih.

Please God, help me...